PROMOSI PARIWISATA DALAM REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Saat ini, negara kita Indonssia menjajaki masa revolusi indutri 4.0 ditandai dengan ekspansi teknologi melalui kecanggihan digital dan internet yang sudah kita rasakan sampai hari ini, misalnya Traveloka, Go-Jek, Grab, Online Shop dan lain-lain yang telah memudahkan masyarakat.Revolusi Industri sudah menjadi tuntutan sesuai kebutuhan zaman yang tidak bisa dihindarkan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama. Dengan harapan juga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi. Revolusi industri 4.0 ini sangatlah berpengaruh terhadap berbagai macam sektor di Indonesia seperti pendidikan, ekonomi, dan masih banyak yang lainnya

Sektor pariwisata pun turut terkena dampak dari adanya revolusi industri ini, 1 hal yang paling dirasakan yaitu kemudahan dalam mempromosikan berbagai macam destinasi wisata baru yang ada di Indonesia. Contohnya saja di Provinsi Bali yang awalnya hanya dikenal tempat tempat wisata seperti ubud, kuta dan sanur, kini penyebaran pariwisata sudah hampir merata di Bali. Misalkan saja mulai banyak wisatawan yang datang mengunjungi pulau nusa penida, contoh lainnya seperti mulai dikenalnya pantai pantai baru sebagai tempat wisata diwilayah Bali selatan. Hal tersebut dapat terjadi tidak lepas dari pengaruh teknologi, terutama dalam hal promosi, dengan adanya teknologi proses promosi dapat dilakukan dengan sangatlah mudah, misalkan saja menggunakan pengaruh social media seperti instagram, twitter, facebook, dan masih banyak yang lainnya. Selain dengan social media, blog blog yang membahas tempat wisata juga ikut mengambil peran besar dalam hal promosi. Orang-orang saat ini lebih mudah menemukan iklan suatu tempat wisata di sosial media mereka ketimbang dalam sebuah pamflet, brosur, apalagi koran.

Hal serupa juga dipaparkan oleh pemimpin negara kita.Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo dalam media sosialnya mengatakan. ” Kita ingin mendatangkan wisatawan yang banyak dari mancanegara. Untuk itu, kita perbaiki fasilitas infrastruktur, landas pacu bandara diperpanjang, terminal diperbaiki, jalur transportasi diperbaiki, hotel dan lain-lainnya kita siapkan. Cukup ? Ternyata tidak. Kita Membutuhkan peran hubungan masyarakat (humas) dan media untuk mendatangkan para wisatawan dan investor datang ke Indonesia, untuk membangun citra positif Indonesia. “

Pemanfaatan media dan hubungan masyarakat dengan Internet adalah pilihan yang tepat dan praktis untuk promosi potensi wisata yang ada di suatu wilayah sembari kita berharap pembangunan infrastruktur terus diupayakan oleh pemerintah selaku pemangku kebijakan. Bisa kita Gunakan contohkabupaten Jembrana, Jembrana merupakan kabupaten yang memiliki banyak potensi wisata yang harus terus dikembangkan dan harus terus dipromosikan.

Namun kita melihat begitu minim informasi tentang potensi-potensi pariwisata yang ada di dunia digital dan kurang update sehingga mempersulit para pengunjung yang berasal dari luar Bali secara umum dan diluar Jembrana secara khusus untuk datang ke humbahas.

Pertama saya ijin menyarakan agar, pemerintah daerah Jembranaharus siap dan terus bersinergi dengan para milenial yang sudah berkompeten dengan revolusi industri 4.0 juga mendorong milenial’s yang awam untuk siap berkompetisi dan berkarya, misalnya dengan pelatihan-pelatihan. Dengan harapan mampu menyusun strategi kolaborasi dan SOP kreatif yang bertujuan untuk mendatangkan wisatawan ke humbahas.

Kedua meningkatkan budaya literasi di tengah-tengah milenial Jembrana akan sangat membantu dalam meningkatkan sumber daya manusia dan potensi wisata di humbahas sendiri. Salah satunya dengan memulai menulis dan menceritakan tentang kultur, kekayaan, dan potensi-potensi wisata di Jembrana di blog, web atau minimal didalam media sosialnya. Tentu ini akan sangat baik untuk mempromosikan Jembrana sendiri kedalam dunia digital.

Kita pun belajar dari daerah-daerah yang sudah menjadi destinasi di Bali, misalnya Kuta, legian, Seminyak dan daerah lainnya merupakan bukan sesuatu yang sulit ketika kita akan mencari tempat wisata, akomodasi, kuliner di daerah tersebut. Google telah menyediakannya karena banyak blog dan website yang menceritakan tentang daerah tersebut.

Ketiga Pemerintah daerah bersinergis dengan milenial dengan membuat program yang menarik minat milenial untuk ikut berpatisipasi aktif dalam mengembangkan pariwisata. Serta diperlukan juga pengembangan teknologi untuk mempermudah pemasaran atau mempromosikan kabupaten jembrana.

Akhirnya, pembangunan dan pengembangan potensi pariwisata yang berada di Kabupaten Jembrana kita harapkan akan semakin maju salah satunya dengan Industri Revolusi 4.0 dengan sinergitas antara milenial dan pemerintah yang harus dimulai dan terus dikembangkan demi perwujutan menuju pariwisataBali yang hebat.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started